globalcentranews surabya,10 Januari 2026
Dunia tasawuf dan thariqah di Indonesia kembali diselimuti duka mendalam. Seorang ulama kharismatik, pembimbing ruhani, sekaligus Wakil Talqin Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN) Surayalaya Surabaya, KH. Moch. Ali Hanafiah Akbar, telah wafat pada Jum’at, 9 Januari 2026.
Pondok Pesantren Arafah Tasawuf bersama Majelis Dzikir Arafah Pusat menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya sosok alim yang sepanjang hidupnya diabdikan untuk membimbing umat menuju jalan kedekatan kepada Allah SWT melalui dzikir dan suluk yang lurus.
Kepergian almarhum bukan sekadar kehilangan seorang ulama, melainkan juga hilangnya cahaya penuntun ruhani bagi ribuan jamaah yang selama ini menggantungkan bimbingan spiritualnya kepada beliau. Sosok KH. Moch. Ali Hanafiah Akbar dikenal sebagai pribadi yang tawadhu, istiqamah, dan penuh kasih dalam membina umat.
Sebagai Wakil Talqin TQN Surayalaya, almarhum memikul amanah besar dalam menjaga kemurnian ajaran thariqah, membimbing murid-murid dengan kesabaran, serta menanamkan nilai dzikir sebagai jalan pembersihan hati dan penguatan iman di tengah tantangan zaman.
Dalam setiap majelis, almarhum senantiasa menekankan pentingnya keseimbangan antara syariat, thariqah, dan hakikat. Dakwahnya tidak keras, namun menyejukkan; tidak menghakimi, tetapi membimbing dengan keteladanan akhlak yang luhur.
Pimpinan Pondok Pesantren Arafah Tasawuf menyampaikan bahwa almarhum merupakan figur ulama yang konsisten menjaga sanad keilmuan dan ruh perjuangan tasawuf, serta menjadi rujukan spiritual bagi banyak kalangan lintas daerah dan generasi.
Majelis Dzikir Arafah Pusat juga mengajak seluruh jamaah untuk mengenang almarhum bukan hanya dengan air mata, tetapi dengan melanjutkan amalan, dzikir, dan nilai-nilai keikhlasan yang telah beliau wariskan selama masa hidupnya.
Wafatnya KH. Moch. Ali Hanafiah Akbar diyakini sebagai kepulangan seorang hamba yang telah menyelesaikan amanah dakwahnya. Jejak perjuangan dan nilai-nilai ruhani yang beliau tanamkan akan terus hidup di hati para murid dan jamaahnya.
Doa-doa terus mengalir dari berbagai penjuru negeri, sebagai ungkapan cinta, penghormatan, dan rasa kehilangan atas sosok ulama yang sepanjang hidupnya memilih jalan sunyi pengabdian demi kemuliaan agama.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya bersama para shiddiqin, ulama, dan kekasih-Nya. Innalillahi wa innailaihi raji’un, wafatnya KH. Moch. Ali Hanafiah Akbar adalah kehilangan besar, namun warisan spiritualnya akan tetap abadi.
Penulis redaksi ; Achmad wahyu
